Loading...

SMP Mahir Al Mumtaz

Memuat Halaman...

Kembali ke Galeri
Artikel
Oleh An Najwa Hidayatul Ulya, Ifadatun Ni'mah, Zivara Nur Aini

Pesan Loreng dari Rindam IV:Membakar Semangat Juang dan Disiplin di Kalangan Santri

An, Ifadatun, Zivara
Kelompok Siswa

 

Kopda Adi Bagikan Kunci Disiplin dan Tips Survival kepada Santri: "Cinta Tanah Air Dimulai dari Berbakti"


Magelang – Menjadi seorang prajurit TNI bukan sekadar tentang mengangkat senjata, melainkan tentang dedikasi, kedisiplinan, dan rasa cinta yang besar terhadap NKRI. Hal inilah yang dibagikan oleh Kopda Adi, seorang anggota TNI dari kesatuan Rindam IV/Diponegoro, saat diwawancarai oleh rekan-rekan santri baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kopda Adi menceritakan kembali memori awal perjalanannya menjadi seorang tentara. Ketika ditanya mengenai motivasi masa lalunya dan bagaimana rasanya pertama kali mengenakan seragam loreng kebanggaan TNI, raut wajahnya tampak penuh kebanggaan.

"Rasanya campur aduk antara senang dan bahagia," kenang Kopda Adi mengenai momen pertama kali mengenakan seragam loreng.


Rahasia Bertahan Hidup di Tengah Hutan.


Sebagai seorang prajurit Rindam (Resimen Induk Kodam) yang akrab dengan dunia latihan dan medan terjal, Kopda Adi juga membocorkan apa saja isi ransel besar (ransel tempur) yang selalu menemani tentara saat bertugas. Di dalamnya, terdapat pakaian,perlengkapan tidur,peralatan makan,makanan,alat mandi,dan perlengkapan khusus.

Ketika ditanya mengenai tips rahasia bertahan hidup (survival) di tengah hutan yang bisa diterapkan, ia memberikan jawaban yang sederhana namun krusial.

"Kuncinya adalah manajemen logistik yang bijak. Makan dan minum secukupnya, jangan boros, agar persediaan tetap aman selama di dalam hutan," jelasnya.


Menjaga Fisik Prima: Tips yang Bisa Ditiru Santri.


Rutinitas fisik seorang prajurit TNI tentu sangat ketat. Untuk menjaga tubuhnya tetap prima, Kopda Adi membagikan jadwal olahraga hariannya yang konsisten. Setiap hari, ia memulai aktivitas sejak subuh dengan bangun pagi, dilanjutkan dengan senam, lari pagi sejauh 5 kilometer, dan ditutup dengan latihan beban (gym).

Menurutnya, pola kedisiplinan bangun pagi ini sangat cocok dan bisa ditiru oleh para santri di pondok pesantren untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di sela-sela aktivitas mengaji.


Pesan untuk Santri: Cinta Tanah Air dan Cita-Cita.


Menariknya, saat ditanya mengenai bagaimana cara santri menunjukkan rasa cinta tanah air di lingkungan pesantren, Kopda Adi tidak muluk-muluk. Ia menekankan bahwa jiwa nasionalisme bagi seorang santri bisa diwujudkan melalui akhlak sehari-hari.

"Contoh tindakan sederhana untuk menunjukkan rasa cinta tanah air sebagai santri adalah dengan berbakti kepada guru (kiai/ustadz) dan orang tua," tegasnya.

Di akhir wawancara, Kopda Adi memberikan wejangan penutup tentang kunci utama menjadi pribadi yang disiplin. Ia berpesan agar para santri tidak mudah menyerah dalam meraih apa yang dicita-citakan.

"Kunci utamanya adalah selalu memiliki semangat berjuang untuk menjalani hidup. Jangan pernah pudar semangatnya dalam mengejar cita-cita," pungkas Kopda Adi menyemangati.

Berita ini diharapkan dapat menjadi lecutan motivasi bagi seluruh santri agar tetap disiplin, menjaga kesehatan, dan selalu berbakti demi masa depan bangsa.

 

#WawancaraTNI #MotivasiTNI
Jurnalis: An Najwa Hidayatul Ulya